Pastingan ini gue posting di sela-sela kesibukan mempersiapkan ujian semester lima sekaligus ujian semester terakhir gue.
Sebuah pesan singkat tanpa nama masuk di inbox gue "De, kamu harus ikut ya" begitulah pesan tersebut. Gue bingung dengan pesan yanganpa nama ini, ikut kemana gue belum tau juga. Ujian akhir semester empat baru saja selesai, otak baru sedikit dingin. Kembali ke pesan tadi, ternyata pesan tadi dikirim dari Mrs. Jati guru english gue sekaligus yang akan jadi mentor tim gue di english competition. Prepare yang hanya lima hari gue putuskan untuk mengikuti ajang tersebut, di bidang Wall Magazine. Gue sempat berpikir "apa gue benar-benar siap dan mampu?" gue kan anak rumahan, miskin kosakatanya orang barat sana. Antara hitam putih terus beradu. Dalam benak gue berpikir positif mengenai hal ini " gue harus terus maju, ini kesempatan emas " Tapi kadang terbesit angan "hanya lima hari, apakah gue mampu memberikan yang terbaik?" Gue coba terus memerangi hal ini. Selembar kertas yang berisi materi tentang "Epidemic of Caterpillar" gue coba hafalkan sampai mati-matian. Kemana dan dimana pun kertas itu gue bawa. Inilah kerja keras terhebat yang kadang gue pikir seperti orang tolol. Gue rela waktu tidur disempatin untuk menghafal, bangun tidur pun gue harus sudah menghafal. Hanya detakan jarum jam teman gue selama prepare untuk kompetisi yang diadakan di Unsoed itu. Sampai hari-H gue meluncur ke Unsoed, sesampainya disana gue pun masih harus mencari gedung FKIK tempat diadakan kompetisi. Perjuangan pun masih berlanjut gue harus menunggui teman setimku. Akhirnya setelah beberapa saat teknical meeting dilaksanakan, rasa gerogi dan takut bercampur ikut bertarung. Memasuki are perjuangan, gue melakukan dengan segala sesuatu yang ada, tim gue tak bisa berbuat banyak. Tuntutan untuk berkreasi lebih rasanya berat dilakukan. Tim gue melakukan karya yang sangat sederhana dibangdingkan tim lain. Putus asa pun sempat dirasakan. Presentasi, waktu yang cukup menegangkan, gerogi, gugup dan tolol bersatu, mencoba menghancurkan usaha kami. Presentasi yang penuh makna. Waktu pengumuman pun bergulir, harapan juara rasanya jauh disana. Tapi, kecemasan berubah menjadi teriakan dan senyuman ketika tim gue dinobatkan menjadi pemenang. Lelah rasanya....